Game Call of Duty: Modern Warfare, Berikut Reviewnya!

Game Call of Duty: Modern Warfare
wall.alphacoders.com

Bagi para pecinta game, Call of Duty: Modern Warfare mungkin sudah tidak asing lagi. Terlebih bagi para penggemar dari Franchise Call of Duty pasti sudah menantikan versi reboot yang rilis pada tahun 2019 lalu. Game ini juga mendapat respon yang positif dari kalangan gamer, mulai dari grafik, tampilan, karakter, hingga narasinya menjadi daya tarik dari game yang satu ini.

Penjelasan Singkat Game Call of Duty: Modern Warfare

Call of Duty: Modern Warfare merupakan game (first person shooter) yang di terbitkan oleh Activision dan dikembangkan oleh Infinity Ward. Call of Duty: Modern Warfare merupakan Call of Duty ke-16 yang telah rilis, lalu mengalami pembaruan series dari Modern Warfare. Yang membedakannya dari versi originalnya adalah, penggunaan namanya. Versi originalnya adalah Call of Duty 4: Modern Warfare, sementara versi reboot hanya menggunakan nama Call of Duty: Modern Warfare.

Review Singkat Game Call of Duty: Modern Warfare

Banyak yang menantikan game ini, karena trilogi yang franchise ini memiliki narasi yang menarik dan juga karakter game yang kuat. Gameplay Call of Duty: Modern Warfare cukup unik dengan temponya yang cepat.

1. Kualitas Grafis Game Engine Terbaru yang Mengagumkan

Jika membandingkannya dengan seri original, kualitasnya grafisnya sangatlah jauh. Pengemasan dari peralihan game ke cinematic scene ataupun sebaliknya sangat halus sekali. Pemain akan dengan mudah untuk mengikuti narasi dari game ini, karena pada setiap cinematic scene Anda akan meilhat siapa karakter Anda. Kualitas dari grafis karakter serta environment pada game ini adalah yang paling realistis.

2. Kualitas Grafis yang Realistis hingga Adegan Kekerasan

Kualitas grafisnya yang sangat realistis, membuat adegan kekerasan pada game ini terlihat cukup nyata. Seperti luka tembakan pada karakter NPC yang telah tewas sampai berdarah-darah, terlihat sangat halus dan tidak ditutup-tutupi. NPC yang berupa rag doll atau mayat dalam game ini tidak sebatas sebagai hiasan visual, namun dibuat menjadi lebih nyata. Bahkan mereka memiliki sebuah ekspresi yang tidak seperti franchise dari game sebelumnya.

Konten yang disturbing terlihat sesuai dengan misi Activision yang bertujuan untuk memperlihatkan suatu hal yang mengerikan dari sebuah aksi teror atau perang. Pada game seri ini, mayat-mayat terkesan cukup mengganggu kare mereka sudah tidak lagi musuh. Bahkan dalam game ini banyak sekali memperlihatkan NPC yang berupa perempuan dan anak-anak. Namun ada beberapa hal yang tidak terlalu dilihatkan, seperti halnya ketika scene mobil meledak yang berada di dekat seorang polisi, hanya terlihat beberapa potongan daging yang tidak jelas dan menghilang dengan sekejap.

3. Gameplay yang Menyegarkan

Gameplay first shooter yang tanpa memiliki tema modern masih menjadi daya Tarik. Game ini pada mode campaign memanglah tidak menyuguhkan seuatu hal yang baru, namun kini para pemain dapat melakukan sebuah tembakan sudut ataupun dari atas benda yang berguna sebagai pelindung. Penerapan pada mode Campaign harus secara manual dalam melakukannya, yaitu kita harus mendekati tepi dari sebuah objek yang melindungi kita. Cara yang satu ini cukup memberikan gaya dari first person shooter menjadi lebih realistis, terutama ketika dalam suatu misi penyergapan.

Terdapat dalah satu misi yang menharuskan pemain untuk berimproviasasi. Misalnya menyamar menjadi masyarakat sipil, maka pemain harus mengangkut sebuah bahan bangunan dan membawa benda itu ke pengawasan tentara Rusia. Para pemain tidak hanya mengangkut dan membawa batu tersebut, namun juga dapat pemain gunakan untuk melumpuhkan musuh. Mungkin terdengar cukup sederhana dan biasa, namun gameplay tersebut menjadi cocok dan sangat menyambung dengan sebuah narasi yang berjalan.

Pemain memiliki tugas untuk memandu seorang sandera dan menggunakan setiap kamera CCTV yang terpasang, guna untuk memberikan sebuah arahan kemana sandera ini bersembunyi dan bergerak. Karena musuh akan selalu terus bergerak, pemain pun harus dengan cepat dalam menentukan kemana sandera bergerak. Pada suatu kesempatan, pemain harus bisa mengarahkan sandera tersebut untuk membuat suatu pengalihan perhatian dan lalu segera bergerak untuk membelakangi musuh. Ada pun sebuah misi yang akan memberikan sebuah teka-teki dalam membantu untuk melarikan diri dengan cara mengumpulkan objek-objek yang karakter bicarakan. Misi tersebut merupakan hal yang menarik untuk dimainkan secara berulang. Dan seiring dengan narasi, ada juga mini gameplay yang mengharuskan pemain untuk memilih suatu dialog yang tepat agar selamat dari sebuah proses interogasi. Meskipun banyak scene yang cukup mengerikan, game ini tetap memiliki sebuah batasan. Namun sayangnya ada beberapa hal yang tidak dapat kita temukan seperti dalam versi originalnya.

4. Narasinya yang Nyata

Call of Duty: Modern Warfare menyajikan kembali sebuah narasi yang akan membuat pemain melakukan sebuah perjuangan bersama dengan sosok Capt Price yang merupakan pasukan elit dari Inggris, SAS. Cerita narasi dari game ini yaitu mengusung model Omnibus, dan para pemain akan memainkan beberapa karakter yang ada dalam game ini.

Anda bermain sebagai seorang sersan pasukan elit dari Inggris yang sudah cukup lama mengejar sebuah aksi teror yang kemudian berakhir terjadi di Inggris. Atau Anda bermain sebagai seorang anggota CIA AS yang memiliki tugas untuk menelusuri hilangnya bahan kimia yang berbahaya. Atau Anda juga akan bermain sebagai seorang pemimpin pasukan sebuah pemberontakan serta pembebasan negara fiksi yang bernama Urzikstan. Kelompok teror yang bernama Al-Qatala mendera negara Urzikstan, dan hal tersebut membuat para tentara Rusia melakukan sebuah pemburuan yang agresif.

Atau juga dalam suatu misi Anda akan bermain sebagai seorang anak yang mana Anda harus bertahan dari kepungan gas beracun dan serbuan dari pasukan Rusia. Tugas Anda hanya perlu melarikan diri dari para tentara pengawas tanpa mereka ketahui. Namun juga ada satu kesempatan yang harus anak ini lakukan, yaitu membunuh para tentara yang memiliki ukuran badan yang jauh lebih besar dari pada anak tersebut.

Game ini memperlihatkan bagaimana sebuah kejahatan perang terjadi. Mulai dari penggunaan sebuah gas beracun, penembakaan masyarakat sipil yang kepalanya tertutup dan lalu dari belakang mereka tembak, sampai penggantungan masyarakat sipil sebagai sebuah peringatan dari para tentara Rusia. Game ini mendapat protes dari gamer asal Rusia, karena dalam game ini pihak Rusia menjadi pelaku kejahatan.

5. Haus Memori Penyimpanan

Call of Duty: Modern Warfare membutuhkan 175 GB untuk ruang penyimpanan data. Tentunya jumlah tersebut terbilang sangat besar, bahkan dapat mengalahkan game AAA lainnya. Namun, hal tersebut bukan suatu hal yang buruk. 175 GB setimpal untuk sebuah game shooter dengan kualitas terbaik dan fitur-fiturnya yang luar biasa. Dan juga game ini tidak membutuhkan suatu spesifikasi yang tinggi. Untuk dapat memainkan Call of Duty: Modern Warfare, hanya butuh minimal RAM 8 GB saja.

Spesifikasi lainnya yaitu pc atau laptop gaming yang dibutuhkan untuk dapat memainkan game ini minimal memiliki prosessor yang sekelas dengan GTX 1660 dan AMD Raedeon atau NVIDIA GeForce GTX 970 atau Radeon RX 580.

Kesimpulan

Itulah penjelasan dan review singkat game Call of Duty: Modern Warfare, yang tidak perlu kita ragukan lagi soal kualitas game dari seri Call of Duty ini. Mulai dari grafik, tampilan, karakter, hingga narasinya menjadi satu kesatuan yang membuat game ini sangat menarik.

Namun bagi Anda yang ingin memainkan game ini, sebaiknya mempersiapkan pc atau laptop yang mendukung, serta ruang penyimpanan data yang cukup. Dan bagi Anda yang mungkin terganggu dengan hal-hal disturbing, game ini sebaiknya tidak Anda mainkan. Cek di sini untuk game-game populer lainnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.