Gemscool Tutup! Benarkah Karena Bangkrut? Simak Informasinya Disini

gemscool tutup

Tutupnya layanan Gemscool memang masih memberikan cerita menarik sekaligus kesedihan bagi sebagian gamers. Sebab, layanan publisher game ini memang sangat dekat dengan para gamers Indonesia, terutama yang bermain permainan online populer 2007 sampai 2021. Lalu, apa alasan yang membuat Gemscool tutup? Benarkah alasan tutupnya gemscool karena bangkrut?

Sekilas Tentang Gemscool

gemscool tutup
(sumber gambar: kompas.com)

Sobat Tekno pasti sudah tidak asing lagi dengan permainan PB atau Point Blank yang sempat sangat populer di Indonesia pada sekitaran tahun 2012. Publisher yang membawa PB ke Indonesia adalah gemscool. Jadi pada dasarnya, Gemscool merupakan sebuah layanan publisher game online khususnya game PC. Gemscool pernah menjadi yang terbesar di Indonesia karena banyak sekali permainan PC populer yang mereka hadirkan ke Indonesia.

Nama Gemscool sendiri berasal dari singkatan game is cool!. Dengan nama tersebut, maka layanan ini memiliki tujuan agar siapa saja bisa bermain game populer dengan mudah dan nyaman. Layanan ini berdiri pada tahun 2007 dan setelah itu langsung menjelma sebagai portal game online PC yang sangat besar di Indonesia. Sudah tidak terhitung berapa banyak inovasi dan terobosan yang mereka hadirkan dalam layanannya.

Permainan pertama yang mereka hadirkan adalah Ghost Online. Setelah itu, ada 20 lebih game populer yang bisa Anda mainkan lewat portal ini. Jika sobat Tekno sering sekali pergi ke warnet dan bermain game pada kisaran tahun 2008 sampai 2015 pasti tidak akan asing dengan layanan ini. Bahkan game Point Blank yang menjadi andalannya sempat menjadi demam di Indonesia karena saking banyak yang memainkannya.

Selain Point Blank, masih ada berbagai game populer lain yang bisa Anda mainkan lewat portal ini. Sebut saja, Lost Saga, Dragon Nest, dan lain sebagainya. Gemscool pun tidak membatasi genre permainan yang mereka bawa hanya pada genre tertentu saja. Anda bisa menemukan game dengan genre yang berbeda-beda seperti RPG, FPS, hingga casual. Banyaknya genre ini bertujuan supaya bisa mengakomodasi kesukaan para gamers.

Berhasil Meraih Hati Para Gamers di Indonesia

Sebelum secara resmi Gemscool tutup, popularitas portal permainan ini memang sangat tinggi. Mereka berhasil mengambil hati para gamers sampai membuat sebuah komunitas aktif yang memiliki jumlah anggota sangat banyak. Melansir dari data Gemscool di akhir tahun 2014, anggota member mereka bahkan mencapai lebih dari 15 juta orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu, member Gemscool pun tidak terbatas di umur tertentu. Mulai dari 13 sampai 35 tahun, bisa menjadi user portal game ini dengan mudah. Untuk mendaftarkan diri, Anda hanya tinggal masuk ke website resmi Gemscool saja kemudian melakukan pendaftaran dan tanpa biaya sepeserpun alias gratis.

Kesuksesan portal game ini menggaet hati gamers di Indonesia pun bukan tanpa alasan. Kepiawaian mereka dalam memilih game untuk dipopulerkan di Indonesia lah yang menjadi salah satu kuncinya. Semua game tersebut memiliki kualitas game yang sangat baik, sehingga membuat banyak orang tertarik dengan permainan tersebut.

Bahkan dengan komunitas yang besar sebelum Gemscool tutup, portal game ini berhasil membangun sebuah basecamp khusus yang memiliki nama Gemscool Arena. Jadi, Gemscool Arena merupakan sebuah stadion e-sports yang pertama ada di Indonesia dan milik dari Gemscool. Lokasi pendiriannya adalah di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sebagai sebuah stadion dan basecamp, bangunan dari Gemscool Arena pun tidak main-main.

Bangunan tersebut terdiri atas 3 (tiga) lantai dan memiliki banyak sekali tempat yang nyaman untuk bermain game. Pada lantai 1, ada sebuah ruangan luas yang bisa mengakomodasi 200 orang dan memiliki sebuah panggung dan big screen. Kemudian lantai 2, adalah tempat untuk menonton pertandingan apabila di lantai 1 sudah penuh dengan kapasitas yang sama, yaitu 200 orang.

Sementara untuk lantai 3 adalah sebuah tempat penyisihan yang lengkap dengan banyak PC berjumlah 60 buah. Keberadaan stadion e-sports ini juga menjadi tempat untuk mengadakan kompetisi dari tingkat yang regional hingga nasional. Gemscool Arena juga sering menjadi tempat untuk press conference, uji coba suatu game, dan lain sebagainya.

Lalu, Mengapa Gemscool Tutup? Apa Alasannya?

gemscool tutup
(sumber gambar: esports.id)

Pengumuman Gemscool tutup sejujurnya bukanlah kabar yang mengejutkan bagi banyak gamers di Indonesia. Sebab, ada juga kasus publisher game lain yang terlebih dahulu melakukan hal tersebut. Akan tetapi, hal ini tetap menghadirkan kesedihan mengingat sudah besarnya komunitas Gemscool pada saat itu dan melihat lagi popularitasnya yang pernah sangat tinggi.

Alasan Gemscool tutup bisa sobat Tekno lihat dari 3 (tiga) hal berikut:

1. Point Blank Pindah Lisensi

Awal benih goyahnya dominasi Gemscool sebetulnya sudah bermula dari akhir tahun 2015 lalu. Pada saat itu, permainan nomor satu yang mereka miliki, yaitu Point Blank sudah habis masa kontraknya dan harus berpindah lisensi. Pada saat itu, Point Blank akhirnya pindah ke Garena Indonesia.

Point Blank adalah salah satu tumpuan terbesar Gemscool untuk bisa bertahan di pasar game di Indonesia. Setelah ketiadaan game ini, perlahan memang portal Gemscool sudah sulit untuk tetap berdiri dan melanjutkan dominasi mereka. Memang masih ada berbagai permainan lain, akan tetapi hal ini tidak cukup untuk mempertahankan eksistensi portal ini.

2. Munculnya Platform Seperti STEAM

Alasan kedua yang menyebabkan Gemscool tutup adalah semakin populernya layanan toko permainan atau game online yang terpadu seperti STEAM. Kehadiran platform seperti STEAM memang membawa ancaman tersendiri bagi portal Gemscool. Sebab, STEAM bisa memberikan banyak sekali genre permainan hanya di satu platform sekaligus. Tentu ini lebih efektif dan efisien untuk pemain.

3. Hadirnya Mobile Game

Alasan terakhir, hadirnya berbagai game yang bisa dimainkan di ponsel juga semakin menggerus pengguna game PC. Karena seperti yang sobat Teko tau, ketika perkembangan smartphone semakin gencar setiap harinya, maka popularitas darigame PC pun menjadi perlahan meredup. Banyak yang mulai beralih pada game ponsel karena lebih praktis dan fleksibel untuk mereka mainkan.

Karena ketiga alasan itulah pada akhirnya Gemscool tutup secara permanen pada akhir bulan maret 2021 lalu. Memang pada awalnya portal game ini masih bisa bertahan dengan sisa game yang mereka miliki dan para pengguna setianya. Tapi, tentu tuntutan persaingan yang semakin besar membuatnya tidak bisa bertahan lagi hingga memutuskan untuk menutup semua layanan Gemscool. Pengumuman ini mereka sampaikan secara resmi lewat website resminya dan menandai berakhirnya perjalanan Gemscool di Indonesia.

Beberapa Game Populer di Gemscool

Sampai saat ini, berbagai permainan yang ada di Gemscool memang memberikan sensasi nostalgia yang sangat kental dan sulit untuk dilupakan. Terutama bagi para gamers yang suka nongkrong di warnet saat tahun 2010-2015. Selain Point Blank dan Lost Saga, inilah beberapa game yang sangat identik dengan Gemscool, bahkan hingga saat ini:

1. Atlantica

Permainan ini memiliki genre MMPORPG yang bisa membuat Anda bisa bertarung secara turn-based. Di masa jayanya, banyak gamers yang sangat menyukai Atlantica karena bisa menjadi pilihan game MMPORPG yang menyenangkan di warnet. Bahkan saking populernya, sempat ada juga turnamen Atlantica Online World Championship (AOWC) dengan skala internasional.

2. Kart Rider

Permainan dengan genre balapan tetapi dengan nuansa yang lucu dan seru ini memang sangat populer. Banyak yang tertarik dengan Kart Rider karena tidak terkesan membosankan dengan banyaknya karakter lucu dan penampilan grafis yang berwarna. Meski begitu, balapan di game ini tetap terasa menantang sehingga membuat permainan jadi sangat menyenangkan.

3. Dragon Nest

Terakhir, ada game Dragon Nest yang juga memiliki genre MMORPG. Untuk bisa memainkannya, Anda harus menguasai teknik bertarung secara slash and hack. Sedangkan untuk bisa menguasainya, bukanlah perkara yang mudah karena memang membuthukan ketekunan. Pada akhirnya, game ini memang ditinggalkan para pemainnya karena kalah saing dengan MMORPG lain seperti Ragnarok Online ataupun RF Online.

Nah sobat Tekno, itulah informasi lengkap tentang alasan Gemscool tutup. Meski sudah tutup, namun kehadirannya sempat menjadi warna tersendiri di pasar game Indonesia. Mari kita doakan semoga pasar game tanah air tetap memiliki ekosistem yang ramai dan juga bisa terus berkembang ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.